KEGIATAN PENGABDIAN PKM 2019

Membangun Jiwa Kewirausahaan Dan Strategi Bisnis Skala UMKM Bagi Pemula

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu bentuk aktifitas Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sebagai insan akademis, para dosen Program Studi Akuntansi S1 Universitas Pamulang berupaya untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM). Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini mengusung tema Membangun Jiwa Kewirausahaan Dan Strategi Bisnis Skala Umkm Bagi Pemula. Sasaran kegiatan PKM tersebut ialah memaparkan pentingnya strategi bisnis dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Akses terhadap strategi adalah salah satu faktor yang menjadi kekurangan terbesar bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Keterbatasan kemampuan strategi bisnis kewirausahaan oleh pelaku UMKM seringkali menjadi hambatan dalam pemasaran produk-produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

 

 

Kelangsungan hidup suatu bisnis dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama kondisi ekonomi negaranya. Kondisi ekonomi yang stagnan dan relatif menurun menyebabkan tingkat investasi yang relatif rendah, disebabkan pelaku bisnis yang akan lebih berhati – hati untuk menghindari kerugian atas investasinya. Kondisi ini, juga akan mempengaruhi konsumsi masyarakat yang juga akan melambat sehingga akan menghambat pertumbuhan ekonomi secara makro. Di tahun 1997, Indonesia telah merasakan resesi ekonomi sebagai akibat krisi moneter yang ditandai dengan melemahnya nilai tukar rupiah dan mengakibatkan harga bahan baku impor yang melambung dan pada akhirnya menaikkan harga barang yang berbahan baku impor, dimana kondisi Indonesia masih didominasi ekspor untuk berbagai bahan baku.

Namun, dilain pihak, kondisi krisis ini justru mendorong munculnya wirausahawan baru yang memiliki kreativitas tinggi untuk melihat adanya peluang dibalik turunnya daya beli. Hal ini juga membujka pasar dan menyerap tenaga kerja, kendati skala usaha masih relatif kecil. Kondisi ini yang menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) yang terbukti dapat bertahan dan berkembang dalam kondisi resesi.

Kondisi ekonomi di beberapa tahun belakangan yang relatif lambat dan daya beli yang melemah telah menyebabkan sebagian besar usaha mengalami tekanan dan melakukan efisiensi untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. Kondisi ini juga menyebabkan banyak usaha yang harus mengurangi jumlah karyawan yang dimiliki, sebagai akibat dari penurunan atas permintaan maupun harga jual.

Untuk mengantisipasi kondisi ini dan memanfaatkan peluang yang timbul dari kondisi ekonomi yang melemah, maka pemahaman dan pengembangan kewirausahaan perlu ditingkatkan agar dapat memunculkan pengusaha UMKM yang mandiri dan memiliki daya saing. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh hampir semua jenis usaha adalah pemasaran yang efektif dan efisien. Masalah ini timbul disebabkan kurangnya pemahaman atas pengertian marketing dan aktivitasnya, sehingga sering terjadi pemahaman yang keliru antara sales dan marketing.

Usaha kecil dalam perekonomian suatu negara memiliki peran yang pentingkarena jumlahnya yang relatif besar dan kontibusinya terhadap Pendapatan Domestik Bruto. Dalam perekonomian Indonesia, sektor usaha kecil sangat penting terutama dalam menyerap tenaga kerja sehingga dapat membantu pemerataan hasil pembangunan yang telah dicapai. Karakteristik usaha kecil yang lebih fleksibel dalam mengahadapi dinamika bisnis, memberikan keunggulan tersendiri, kendati tidak memiliki skala ekonomis dibandingkan usaha besar. Hal inilah yang mendorong pemerintah untuk lebih menggerakkan sektor keuangan dalam memberikan dukungan bagi usaha kecil.

Pemasaran oleh banyak pengusaha dianggap sebagai aspek yang sangat penting dan menjadi ujung tombak bagi perusahaan untuk bertahan dan bekembang. Kemampuan produksi yang baik tanpa dukungan pemasaran yang yang efektif akan menghancurkan suatu bisnis, sebagai akibat rendahnya penjualan. Seorang pengusaha harus memiliki kemampuan pemasaran agar dapat memperkenalkan produknya, keunggulan dan kelemahannya, serta menawarkan solusi bagi nasabah maupun calon nasabah yang prospektif. Pengusaha juga perlu memiliki kemampuan untuk membaca dan mengakses peluang yang ada dan memanfaatkannya untuk perkembangan bisnisnya.

Peserta pengabdian kegiatan masyarakat untuk pelaku bisnis pemula di lingkungan Kelurahan Sawah melalui program sosialisasi “Membangun Jiwa Kewirausahaan Dan Strategi Bisnis Skala Umkm Bagi Pemula” yang berlokasi di Kantor Kelurahan Sawah, Jl. Cendrawasih No.2, Sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Adapun sosialisasi ini dilakukan selama 3 hari berturut – turut pada Jumat., 4 Oktober 2019 hingga Minggu, 6 Oktober 2019. Dalam sosialisasi ini, kelompok PKM memberikan pemaparan mengenai kewirausahaan bagi peserta dan strategi pemasaran melalui marketing mix yang tepat untuk skala bisnis UMKM dengan pertimbangan ketersediaan modal dan sumber daya lainnya.

Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

  1. Memberikan pemahaman tentang pengertian dan pentingnya kewirausahaan
  2. Memberikan informasi tentang keuntungan dan kerugian wirausahawan
  3. Memberikan pemahaman tentang marketing dan aktivitas yang dilakukan

Manfaat Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)dengan memperkenalkan kewirausahaan bagi pelaku bisnis pemula dalam wilayah Kelurahan Sawah dan strategi pemasaran yang dapat diterapka untuk level UMKM diharapkan dapat membantu untuk meningkatkan peran pelaku bisnis UMKM dalam perekonomian masyarakat. Bagi pelaku UMKM, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman akan aktivitas pemasaran yang dapat dilakukan dan tujuannya. Dengan memahami aktivitas pemasaran yang baik, diharapkan penjualan pelaku UMKM dapat meningkat dan memperbesar pangsa pasar yang telah dimiliki.

Sumber: akuntansi.unpam.ac.id