OPINI OPINI 2019

Pesan Ilmu Kehidupan dari B.J Habibie

Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un. Berita duka cita menggelayuti bangsa Indonesia. Pada hari Rabu (11/9/2019) pukul 18.03 WIB, Presiden Indonesia ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang dikenal dengan B.J. Habibie meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, setelah sebelumnya menjalani perawatan yang intensif. Ucapan belasungkawa datang dari berbagai kalangan agar almarhum diberikan tempat yang layak disisiNya dan keluarga serta kerabat yang ditinggalkan agar bisa menguatkan hati dan tabah dalam menghadapi takdir Yang Maha Kuasa.

Dalam sejarah pemimpin nasional, B.J. Habibie menduduki kursi Presiden menggantikan Presiden Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatannya pada tanggal 21 Mei 1998. Meski jabatan Presiden yang disandangnya hanya bertahan 1 tahun 5 bulan,  B.J. Habibie tetap menjadi panutan masyarakat Indonesia. Sebelum menjabat Presiden, B.J. Habibie menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-7, menggantikan Try Sutrisno.

Kini, Presiden RI ke-3 itu telah berpulang. Ia meninggalkan banyak kenangan bagi banyak orang. Tidak ada masyarakat yang tidak kagum dan hormat akan perjalanan hidup mantan Menteri Riset dan Teknologi yang jenius tersebut. Apalagi menyangkut soal kesetiaannya kepada ibu Ainum yang meninggal pada tahun 2010 lalu.  Bukti kesetiaannya tersebut diujudkan dengan selalu mengunjungi makam istrinya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata setiap hari jumat. Tidak itu saja, B.J. Habibie selalu membaca tahlil setiap hari untuk mendoakan sang istri. Kisah kesetiaan ini kemudian dijadikan film berjudul Habibie-Ainun yang kemudian menjadi cerita romantis kisah cinta Romeo-Juliet versi Indonesia.

Dalam banyak hal, sosok jenius dan cerdas ini juga ternyata telah mewariskan berbagai macam ilmu kepada seluruh rakyat Indonesia, diantaranya adalah ilmu tentang kehidupan. Adalah nyata dan benar bahwa sosok B.J. Habibie sepertinya tidak bisa dilepaskan dari belajar dan menuntut ilmu. Ilmunya yang tinggi dan diikuti sifat yang rendah hati dengan dilandasi nilai-nilai agama telah membuat kagum banyak orang.

Banyak tokoh nasional yang memiliki kesan yang bisa saja tidak akan pernah terlupakan bersama B.J. Habibie. Jimly Asshiddiqie misalnya, banyak membaca tentang ilmu pengetahuan dan teknologi, Habibie kemudian menemukan kebenaran illahiah. Kebenaran Tuhan yang ditampakkan melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. Walaupun tidak akrab dengan tafsir-tafsir Alquran, B.J. Habibie berhasil menemukan Allah melalui ayat-ayat kauniyahnya. Mempelajari ilmu pengetahun dan teknologi juga termasuk sunnatullah. Karena itu, ayatullah dan sunnatullah memiliki kandungan makna yang sama. Itu tecermin dalam diri Habibie. Habibie pergi ke berbagai negara dengan peradaban dan lingkungan keagamaan yang berbeda. Namun, Habibie tetap memagang teguh keislamannya. Dia tidak larut pada gaya kehidupan di Eropa. (MI/13/9/19).

Dalam pandangan Gubernur Jawa Barat,  Ridwan Kamil, Habibie adalah sosok yang sangat bijak jika dimintai pendapat atau nasehat. Habibie juga bisa menjadi lawan diskusi membahas banyak hal, mulai dari teknologi, sosial maupun politik. Ada satu nasihat Habibie yang melekat dalam diri Ridwan Kamil mengenai pemanfaatan keilmuan yang dimiliki agar bisa dirasakan semua orang. Nasihatnya relevan dengan sosok beliau. Ilmu jangan tidak dimanfaatkan. Sementara itu dalam pandangan Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, Habibie sebagai sumber inspirasi. Habibie, yang dikenal sebagai cendekiawan Indonesia, kerap dijadikan contoh orang tua untuk menyemangati anak-anak. Jutaan anak tumbuh dengan nasihat dari orang tuanya. Belajar yang rajin, biar kalau besar nanti kamu pintar seperti Pak Habibie. Gubernur Anies menilai Habibie sebagai guru bangsa Indonesia. Habibie sebagai inspirasi akan tetap hidup.

Kesan yang tidak kalah penting juga diungkapkan oleh  Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, saat pertemuannya dengan B.J. Habibie dalam pemilihan Ketua Pembina Yayasan Pengembangan Teknologi Indonesia. B.J. Habibie menitipkan pesan penting tentang pusat unggulan sains di Institut Teknologi Indonesia (ITI) yang saat ini berada di wilayah Tangerang Selatan. Pendidikan tersebut juga diharapkan dapat menjadi wahana bagi para insinyur untuk bersinergi membangun peradaban masa depan Indonesia. Tidak hanya menitip tentang sains dan teknologi, B.J.Habibie pun berpesan tentang betapa pentingnya pendidikan.

Berbagai kenangan manis telah ditorehkan oleh B.J.Habibie kepada orang-orang yang ditinggalkannya. Tentu saja, kita yang ditinggalkan dapat memetik hikmah dan pembelajaran dari apa yang sudah dilakukan oleh B.J. Habibie. Di Sumatera barat sejak dulu terkenal falsafah yang berbunyi  baguru ka alam nan takambang, yang memiliki pengertian yakni jadikan alam terkembang menjadi guru. Dengan menjadikan alam sebagai guru, maka setiap orang dapat berlajar untuk memahami, bukan hanya prilaku manusia perorang ataupun masyarakat, tetapi juga setiap peristiwa sekecil apapun yang terjadi di sekitar kita. Apa yang sudah dilakukan oleh B.J. Habibie hendaknya dapat kita jadikan pengalaman, pembelajaran, guru, renungan dan ilmu agar menjadi lebih baik. Apa yang sudah dilakukan oleh B.J. Habibie semoga dapat kita jadikan ilmu dalam kehidupan untuk menatap masa depan yang lebih baik.

Semoga Allah mengampuni segala dosa dan menerima amal ibadah Presiden Indonesia ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Aamiin.***

Sumber : Koran Tangsel Pos, 16 September 2019
Oleh: Oksidelfa Yanto (Dosen Universitas Pamulang Tangerang Selatan)