KEGIATAN PENGABDIAN PKM 2017

Revolusi Pendidikan untuk Mereka yang Termarjinalkan pada Sekolah Master Depok oleh Dosen Prodi Akuntasi S1

Alhamdulilah sambutan yang baik datang dari Pendiri sekaligus Pemilik Sekolah Master (Masjid Terminal) yakni bapak H. Nur Rohim yang didampingi para tenaga pengajar dan relawan di Sekolah yang berada tepat dibelakang terminal terpadu kota Depok, pada tanggal 17 Februari 2017 beberapa dosen dari Program Studi Akuntansi S1 Universitas Pamulang berbagi ilmu terkait pembinaan enterpreneurship dalam jiwa kewirausahaan dan memberikan pelatihan menggunakan metode multiple inteligences dalam belajar cepat menghafal vocabulary serta pembekalan diri akidah dan iman dalam menyongsong era post-modern ke pada 54 orang siswa-i kelas malam (eksklusif) Sekolah Master. Salah satu bentuk Tridarma Perguruan Tinggi selain mengadakan Penelitian dan Pendidikan para civitas akademika diwajibkan untuk melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan membekali peserta didik tersebut memiliki ilmu dan pengetahuan yang baik, agar siap bersaing ke dunia kerja setelah lulus dari sekolah Master ini.

Syukur alhamdulillah para peserta sangat antusias dalam proses penyuluhan dan pembinaan ini, bagaimana tidak selain para Dosen Akuntansi S1 mengadakan workshop, kami juga mensisihkan beberapa rezeki berupa buku dan pakaian yang masih layak pakai untuk siswa-i di sekolah Master ini. Dan tak kalah hebatnya mereka (peserta didik) juga mengadakan pentas seni musik dan teatrikal drama. Masing-masing daripada mereka berusaha menampilkan bakal dan talenta mereka khususnya di bidang kesenian tersebut, beberapa perwakilan dari kakak-kakak koordinator di kelas malam ini mengatakan bahwa kegiatan semacam ini harus terus berkelanjutan semoga ini adalah batu loncatan untuk kegiatan-kegiatan lainnya khusunya kerjasama kedua lembaga dalam ranah pendidikan maupun kesenian.

Pelaksanaan PKM tersebut diketuai oleh Bpk Mawardi Nurullah, S. Pd., M. Pd yang mumpuni di bidangnya, serta 35 dosen prodi Akuntansi S1 lainnya yang juga sudah turut sumbangsih moriil maupun materil. Kita ketahui bersama semua anak Indonesia berhak untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Pertanyaannya ini adalah tugas siapa? Apakah hanya pemerintah yang kita beri mandat untuk mengurus rakyat Indonesia? Kalau ini hanya menjadi tugas pemerintah sepertinya kita hanya jadi ‘anak kost’ saja di negeri ini.

Anak kost yang tidak perduli dengan apa yang terjadi dengan keadaan lingkungan kostnya selama itu tidak berpengaruh terhadap dia, tapi anak pemilik rumah (ahli waris) akan memperhatikan apa saja yang terjadi dengan kondisi rumahnya. Mereka kaum Proletar yang termarjinalkan itu juga lahir di bumi pertiwi adalah saudara kita juga.

Oleh karenanya mental sebagai ahli waris bangsa ini harus ada dalam jiwa kita di dalam melihat kondisi pendidikan di Indonesia. Semoga kegiatan yang berkah ini menjadikan ladang pahala bagi kita semua dan dirahmati oleh Allah SWT, aamiin YRA. (Listya)