PKM Unpam dan P2TP2A Tangsel Gelar Penyuluah Perempuan dan Anak

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Lembaga Pengadian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Pamulang dan Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak atau P2TPA Kota Tangerang Selatan,  menggelar kegiatan Penyuluhan Manajemen Pengendalian dan Pencegahan Kekerasan pada Perempuan dan Anak.

Wakil Ketua P2TP2A Kota Tangerang Selatan, Listya Windyarti mengatakan, tugas pencegahan dan penanganan kekerasan pada perempuan dan anak, bukan hanya tugas negara dan pemerintah.

Hal itu, kata Listya, juga merupakan tanggung jawab masyarakat dan keluarga. Ia menjelaskan, kekerasan yang terjadi pada anak, bisa terjadi kapan pun dan dimana pun termasuk di dalam lingkungan sekolah.

“KEKERASAN TERJADI BISA BERUPA KEKERASAN FISIK, SEPERTI MEMUKUL, MENENDANG, MENCUBIT ATAU MELUKAI, BISA JUGA BERUPA KEKERASAN VERBAL, SEPERTI MEMBENTAK, MENGHINA, MENGOLOK-OLOK DAN JUGA MENGUCILKAN.” KATA LISTYA WINDYARTI, KAMIS (19/04) DALAM KETERANGAN TERTULISNYA.

Seperti diketahui, kegiatan Penyuluhan Manajemen, Pengendalian dan Pencegahan Kekerasan, pada Perempuan dan Anak itu digelar PKM Unpam dan P2TP2A di SMAN 3 Kota Tangerang Selatan.

Selain itu, acara penyuluhan itu dihadiri, Kepala Sekolah SMAN 3 Tangsel, Soepandi dan wakilnya, dosen manajemen Universitas Pamulang, Chepi Safei Jumhana, Lia Asmalah, Ana Septia Rahman, Nurmin Arianto, Iis Noviyanti dan praktisi Pendidikan, Eko Susetyo.

Terpisah, Sekertaris Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak Kota Tangerang Selatan, Feb Amni Hayati menambahkan, pada era informasi ini, anak harus dapat melindungi diri sendiri.

Hal itu, kata Feb Amni Hayati menambahkan, dapat dilakukan dengan cara, memperkuat mental, meningkatkan pengetahuan dan budi pekerti anak.

“PARA ANAK DAPAT MELATIH KEBERANIANNYA, UNTUK BERKATA TIDAK PADA PERBUATAN MENYIMPANG. SELAIN ITU, ANAK JUGA HARUS BERANI MELAPORKAN SETIAP KEJADIAN KEKERASAN MAUPUN PELECEHAN SEKSUAL ITU, KEPADA PIHAK BERWAJIB.” KATA FEB AMNI HAYATI.

Berdasarkan Undang-Undang (UU) No 23 Tahun 2002, serta UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, ditegaskan bahwa, setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak.

Feb Amnk Hayati menjelaskan, bagi yang melanggar UU No 23 Tahun 2002, serta UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, akan dipidana paling lama 3 tahun 6 bulan, dan/atay denda sebesar 72 Juta Rupiah.

Sementara itu, Feb Amni menegaskan, bila ada pelaku yang dengan sengaja atau tanpa hak mendistribusikan, membuat atau mendistribusikan konten pornografi, itu juga dapat terjerat hukuman sampai dengan 12 tahun, dengan denda maksimal sebesar 6 Milyar rupiah.

Kepala Sekolah SMAN 3 Tangerang Selatan, Soepandi menyambut baik dan mengapresiasi, langkah PKM Universitas Pamulang dan P2TP2A Kota Tangerang Selatan, melakukan penyuluhan di SMAN 3 Kota Tangerang Selatan.

“Dari materi penyuluhan itu, baik murid dan guru di sekolah  mendapatkan pengalaman yang bermanfaat.” kata Kepala Sekolah SMAN 3 Kota Tangerang Selatan, Soepandi. (Haji Merah).

sumber: kicaunews.com, 19 April2018

LPPM Unpam Gelar Workshop Full Day

workshop3Pamulang- Senin, 16 April 2018 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) selenggarakan workshop full day. Workshop yang dihelat di Aula STIKes ini mengusung tema, “Strategi Memenangkan Hibah Ristekdikti.”.

Menurut pantauan kontributor Unpam, workshop yang mendapat sponsor dari Bank BTN Cabang Ciputat ini mengundang sejumlah pemateri yang sangat kompeten dalam bidangnya. Dua reviewer nasional Kemenristekdikti: Dr. Tjipto Sumadi dan Dr. Sri Fadila hadir berbagi strategi meraih hibah Ristekdikti. Keduanya bersepekat bahwa penelitian di Ristekdikti itu sangat mudah, tinggal kemauan serta kesungguhan dari kita sebagai dosen.

Workshop Strategi Memenangkan Hibah Ristekdikti

pamflet-001

img_20180416_0001

 

Materi Dr. Tjipto Sumadi, M.Si., M.Pd (Reviwer Nasioanal Kemristekdikti) panduan-edisi-xii_workshop_unpam

Materi Dr Sri Fadila, S.E., M.Si., Ak., CA (Reviewer Nasioanal Kemristekdikti) 6-sri-fadilah-pelatihan-unpam-160418

 

Tim PKM Dosen Manajemen UNPAM “Mengabdi”untuk Karang Taruna di Kelurahan Pondok Benda Kota Tangerang Selatan

 

Akhir bulan April 2017yang lalu, tepatnya hari Ahad, 30April 2017, diadakan kegiatan tim dosen Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen untuk memberikan pengetahuan dan wawasan tentang bagaimana menguatkan kembali peran Karang Taruna sekaligus menangkap peluang pengembangan pemberdayaan masyarakat. Tim dosen Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Pamulang (UNPAM), berjumlah 10 orang, bekerjasama dengan Karang Taruna Kelurahan Pondok Benda.Brainstorming telah dilakukan antara tim dosen Unpam dengan Karang Taruna Kelurahan pondok benda yang pada akhirnya bersepakat untuk mengadakan seminarReorientasi Peran Karang Taruna: Mengembangkan Manajemen Organisasi yang SelarasDengan Konteks Pembangunan Daerah. Kegiatan ini dilatarbelakangi atas baru terbentuknya pengurus karang taruna dan berharap agar bisa mengoptimalkan dan kembali meningkatkan institusi karang taruna ini.

DOSEN AKUNTANSI MELAKSANANAKAN SEMINAR PERPAJAKAN DI SMK WASKITO

Dosen Prodi Akuntasi S1 Universitas Pamulang Mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat Tentang “Seminar Perpajakan Bertema Pembelajaran Pajak Pertambahan Nilai (Ppn) & Pelaporannya Dengan Aplikasi E-Faktur Kepada Siswa Siswi Smk Waskito Pamulang

Dengan mendapat sambutan yang baik dari jajaran pimpinan SMK WASKITO diantaranya Bapak Drs. Ipong (beliau mewakili Bapak Hartono, S.Si., M.Pd selaku Kepala Sekolah yang berhalangan hadir karena sedang bertugas ke Serang) dan didampingi oleh Ibu Annisa Auditasari, S.E.I (Ketua Jurusan Perbankan), pada hari Kamis (tanggal 02 Maret 2017) beberapa dosen dari Program Studi Akuntansi S1 Universitas Pamulang berbagi ilmu tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Aplikasi E-Faktur kepada sekitar lebih dari 50 orang siswa-i SMK WASKITO yang duduk dikelas 11 dan 12 jurusan Perbankan. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat dengan membekali siswa-i tersebut untuk memiliki pengetahuan perpajakan yang baik, agar siap bersaing ke dunia kerja setelah lulus dari SMK.